Buku Sex | ABG Hot | Cerita Sex | Tante Hot | Cerita Sex Pelajar

Buku Sex Adalah Sebuah Kisah Nyata Dengan Berbagai Pengalaman Cerita Sex Yang Ada Di Indonesia, Baik ABG Hot, Tante-Tante Hot, Cerita Sex Pelajar. Semua Ada Disini.

GendutQQ Link Agen Situs Poker Domino99 qq Bandarq Online Terpercaya


Minggu, 11 Maret 2018

Tante Mei Beda Dengan Tante Lain

Buku Sex - Cerita kali ini tentang tante yang berbeda dengan tante lainya yang berjudul Tante Mei Beda Dengan Tante Lain simak selengkapnya.


Tante Mei Beda Dengan Tante Lain
Tante Mei Beda Dengan Tante Lain

ABG Hot | Cerita Sex | Tante Hot | Cerita Sex Pelajar


Pada suatu sore, ketika saya sedang menikmati film porno dan sedang dalam tahap sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin seseorang kalau sekali sudah merasakan nikmatnya hubungan seks,

Dengan berat saya menjawab, “Halo.., mau cari siapa..?”
Lalu terdengar suara seorang waMei, “Saya ingin mencari Fadli, Fadlinya ada..?”
Dengan sedikit rasa ingin tahu, saya jawab, “Yah, saya Fadli, disana siapa yach..?”

“Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja..!”
Lalu saya pun berkata, “Ada keperluan apa Tante..?”
Dengan pelan tetapi agak kesal, Tante Mei berkata, “Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante..?”

Dengan sedikit jahil saya bertanya lagi, “Nolongin apa tante..?”
Tante Mei yang mungkin sudah kesal sekali, lalu berkata, “Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kamu nggak ingin kenikmatan kayak waktu itu..?”

Dalam hati, tentu saya saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak merasa puas akan onani yang saya sering lakukan.
Lalu saya berkata, “Tante tunggu yach, saya segera kesana, paling cuman 10 meMein.”
Dan Tante Mei menjawab, “Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!”

Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Mei, dan ternyata Tante Mei sudah menunggu saya di depan rumahnya, terlihat Tante Mei memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah.

Saya berkata, “Tante ini bikin capek saya aja..!”
Dan dengan agak manja, Tante Mei berkata, “Masak gitu aja capek, tapi kamu juga dapat enaknya khan, kamu ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Mei, gimana sech..!”
Dengan tertunduk saya berkata, “Iya juga sech, saya lupa tante.. eh.. Mei maksud saya.”

Lalu saya masuk ke dapur dan mengambil minum. Tante Mei pun menyusul saya masuk ke dalam. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Mei dan memeluknya. Dengan manja Tante Mei berusaha untuk melepaskan peluksan saya, tapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Mei terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tapi saya juga berusaha membalas ciumannya. Buku Sex

Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, “Nit, saya bole nanya nggak..?”
“Yach.., nanya aja, emang kenapa..? jawab Tante Mei.
Lalu saya berkata kembali, “Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini..?”
Dan Tante Mei berkata, “Eh kamu.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..?”

Saya berkata lagi, “Masak nggak bole sich..?”
Tante Mei berkata, “Yach udah.., kamu lihat aja sendiri..!”
Lalu tangan saya mulai bergerilya di sekitar wilayah pinggang ke bawah dan dengan pelan saya mulai membuka celana piyama nya dan telihat kalau Tante Mei memakai CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.

Lalu Tante Mei berkata, “Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja..!”
Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Mei segera menuju kamarnya.
Tante Mei berkata, “Kamu ini kok nggak sabaran sech..?”

Sampai di kamarnya, saya membaringkan Tante Mei ke ranjang dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD.(dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Mei adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).

“Ini model baru Ndy.., kaitnya terletak di depan.”
Dan tangan Tante Mei sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh saya payudara Tante Mei yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Mei mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Mei.
“Uuh.. enak sekali.. terus Ndy.. ehmm..”

Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai menyentuh bagian di sekitar selangkangannya, meskipun hanya dari luar celana dalamnya.
Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, “Ndy.. tante nggak tahan lagi nih..!”
Tanpa berpikir panjang lagi, saya segera melepaskan celana sekaligus CD Tante Mei, karena nafsu saya juga telah memuncak. Lalu terlihatlah kemaluan Tante Mei yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih.

Kepala saya segera turun dan segera menjilati kemaluan Tante Mei.
Terdengar Tante Mei menjerit, “Aduh Ndy.., nikmat sekali.. terus.. tante merasa nikmat terus Ndy.. uh.. uh.. ahh..”
“Kamu kok gitu sech Ndy..!”
Saya berkata lagi, “Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adik saya ini..!” sambil menunjukkan batang kemaluan saya yang sudah agak mengecil.

Saya bangkit dan segera mengarahkan kemaluan saya ke dalam mulut Tante Mei. Tante Mei nampaknya sangat liar dan segera melahap habis kemaluan saya, terlihat kalau kemaluan saya terbenam seluruhnya ke dalam mulut Tante Mei. Dengan gerakan menghisap Tante Mei berhasil membuat kemaluan saya sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimum.

Dengan pelan tapi pasti, saya mulai menekan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Mei. Karena sudah basah oleh ludah Tante Mei dan kemaluan Tante Mei sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan kemaluan saya menekan, meskipun masih terasa sakit di sekitar kepala kemaluan saya.

Tante Mei mulai menjerit dengan tertahan, “Aduh.. duh.. sakit.. Ndy.. teruskan.. uh.. ah.. ehm.. tapi nikmat sekali..!”
Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis kemaluan saya dan terasa kenikmatan yang hebat baik saya maupun Tante Mei.

Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Mei berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan sesudah 5 menit, kemudian Tante Mei menjerit dan kakinya mengunci pinggang saya, kemudian mulai menendang ke atas.
“Ndy.. saya sampai nih.. ah.. uh.. uh.. ehs.. nikmat sekali..!”desahnya menahan kenikmatan.
Sedangkan tangannya bergerak tidak karuan dan mencakar punggung saya, tapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemaluan saya ke dalam lubang surgawi Tante Mei.

Selang beberapa detik kemudian, saya merasa ada sesuatu yang akan meledak keluar, dan saya merasakan segera mencapai klimaks.
Lalu saya berkata, “Mei, tahan.., sebentar lagi saya segera keluar..!”

Saya mengerang, “Uuh.. uh.. enak sekali, sungguh enak sekali.”
5 detik kemudian, saya pun menghujani kemaluan Tante Mei dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan adanya cairan hangat dalam kemaluan Tante Mei dan dinding kemaluan Tante Mei menjadi agak licin.
Saya tahu Tante Mei dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, “Uuh.. Ndy.. enak sekali.. tante sampai.. uh..!”

Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Mei.
Tante Mei berkata, “Terima kasih Ndy.. tante puas sekali.., sudah lama tante nggak merasa puas seperti ini..!”
Lalu saya tersenyum dan berkata, “Saya juga puas tante, kemaluan tante nikmat sekali, sungguh saya puas Nit..!”
Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.

Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah lelah pada permainan yang pertama, sehingga pada permainan kedua ini kami merasa tidak senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah sore, maka segera saya membersihkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Mei mengantar saya sampai ke pintu rumahnya.
Dia berkata, “Fadli.., tante puas hari ini..!”
Saya berkata membalasnya, “Saya juga tante, tante hebat sekali..!”

Dengan tersipu, Tante Mei berkata, “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi..?”
Saya menjawab, “Iya Mei, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat sech..! Saya suka deh ama kamu..”

Tante Mei berkata lagi, “Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo tiap hari tante aja yang minta..!”
Lalu saya berkata lagi, “Iya dech tante.., nanti kalo saya pengen, tante harus siap loh..!”
Dengan senyuman, Tante Mei menganggukkan kepalanya.

Tapi Tante Mei berkata, “Udah donk Ndy.. Tante malu nih digituin terus..!”
Tapi saya terus saja memainkan kemaluan Tante Mei dan berkata, “Malu apanya tante, saya juga udah pernah lihat ama menikmati seluruh tubuh tante kok, tante juga suka khan..?”

Sambil tertunduk, Tante Mei berkata, “Aah.. udahlah.. lain kali aja deh, saya janji pasti akan terus memberi kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lainnya udah mo pulang tuh..! (maksudnya keluarga Tante Mei) Kamu harus segera balik tuh..!”
Lalu saya mengiyakannya dan segera melepas ciuman dan pelukan serta tangan saya dari selangkangan Tante Mei.

Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas denga permainan Tante Mei. Sedangkan Tante Mei juga sebaliknya merasa puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang agak berani, seperti gaya anjing, 69 ataupun yang lainnya.

Belakangan ini, dari cerita Tante Mei, saya tahu kalau suaminya (papa teman saya) mempunyai istri simpanan di luar, sehingga Tante Mei merasa sering ditinggalkan dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.


Dan saya mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tetapi saat saya kembali, saya dan Tante Mei selalu mencari kesempatan untuk melakukan hubungan seks kami.

Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang saya alami, bukan rekayasa. Meskipun dalam cerita ini, cerita seksnya kurang dominan, tapi saya ingin pembaca tahu konflik batin yang terjadi dan pertentangan-pertentangan dalam diri kita. Terima kasih atas perhatiannya, saran dan kritik saya tunggu di email saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar