| Nawarin Tumpangan Dapat Kenikmatan |
ABG Hot | Cerita Sex | Tante Hot | Cerita Sex Pelajar
ini aku alami saat masa kuliah. Disitulah terjadi sebuah pengalaman serta cerita sex aku bersama temanku. Gimana sih cerita dewasa dan cerita seks yang akan aku ceritakan kali ini ? yuk kita baca aja cerita berikut ini secara seksama. Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja berakhir.
Tersadarlah Susi bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga tokednya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Susi menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol). Apalagi kulit Susi memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang & paha mulusnya karena Sania memang cukup tinggi, 173cm.
”Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si Hutabarat, biar dia gak konsen”, pikir Susi.
Biasanya Susi bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-cowok di jalan. Siang tadi Susi ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel. Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit.
Susi tambah salah tingkah karena cowok-cowok di halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan tokednya yang nongol lebih dekat lagi. ”Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked gw”, membatin lagi si Susi. Susi menggunakan bukunya untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Susi yang memang bulat sekal dan menonjol.
Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai ”Neng, susunya mau jatuh tuh, abang pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe”. Pias! Memerahlah muka Sania. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin pelototin toked si Susi. Makin jengahlah si Susi.
Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Susi. Jendelanya terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Ethan. Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Susi, berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm.
” sus , jualan lo disini? Hehe”.Susi membalas
”Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya” pinta Susi.
”Hehe sip” kata Ethan sambil membuka pintu untuk Susi. Susi masuk ke dalam mobil Ethan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Ethan mulai menembus kemacetan ibu kota.
”Buset dah lo Sus, sexy amat hari ini.
Kata Susi ”Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe”.
”Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte haha” balas Ethan.
“Sial, enak aja lo ngomong Than” maki Susi.
Sambil mengerling ke Susi, Ethan berucap “ Sus, bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya”. ”Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue bayarin bensin lo” balas Susi. “Sapa yang minta diduitin bensin, Non” jawab Ethan. “Trus lo mau apa? Traktir makan” tanya susi bingung. “Ga. Ga perlu keluar duit kok.
”BANGSAT LO THAN. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!”. Pandangan tajam Susi pada wajah Ethan yang tetap cengar-cengir. “Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini” kata Ethan. Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan. Sania jelas ogah. “Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang” Susi bergidik sambil melihat sekitarnya.
”Ya biarlah si Ethan bisa seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Ethan ini”. Akhirnya Sania ngomong ”Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama” Susi ketus. ”Ga kok Sus, cuma sampe kos lo doang” kata Ethan penuh kemenangan. ”Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan” pikir Susi.
Sambil tetap menyetir, Ethan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Susi yang menegang karena sebal tokednya diremas-remas. Ethan sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Susi tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Ethan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan tokednya.
Nafas Susi mulai agak memburu, tapi susi masih bisa mengontrol pengaruh remasan-remasan tokednya pada nafsunya ”Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini” pikir Susi. Tapi Ethan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam t-shirt Susi, bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil. Toked Susi yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Ethan yang sebenarnya lebar juga. ”Ahh…!” Susi terpekik kaget karena manuver Ethan.
”Wuah..buset gedenya. Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Sus ” kata Ethan vulgar. ”Bangsat lo Than. Kok sampe gini segala” protes Susi berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya. Tangan Susi langsung ditahan oleh Ethan ”Eh, inget janji lo.
Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar kek, terserah gue”. Sambil cemberut Susi menurunkan tangannya. Penuh kemenangan, Ethan kembali menggarap toked Susi yang kini keluar semuanya.
Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Susi semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu lagi. Apalagi Ethan mulai memelintir-melintir puting Susi yang besar dan berwarna pink.
Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Ethan yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Sania. Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran-getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Susi. ”Ngehek nih cowok. Puting gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!” membatin si Susi.
“Sial..memek gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Ethan masih ngremesin toked gue” pikir Susi yang mulai susah menahan birahinya. Berpikir seperti itu, Susi melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari memeknya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Ethan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di memek Susi semakin memuncak.
“BUSETT. Cuma diremes-remes toked gue, gue udah mo keluar”. Susi menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Ethan yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Susi terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap toked Susi.
Tangan satunya langsung menekan kursi Susi agar tertidur. Susi yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi. ”EEHHH…APA-APAAN LO THAN??” Teriak Susi. Tidak peduli teriakan susi, tangan kiri Ethan langsung meremas toked Susi lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Susi. ”OOUUHHHH……….!!”
”Oouuuhh…Aghhhh…Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn…!! Teriak Susi makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Susi semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat-urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya. Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Susi mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Ethan. ”Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu sih. Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot” batin Susi.
kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh…ahh..ahh..” kata susi sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua tokednya. Ethan sudah tidak ambil pusing ”Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa nikmatin toked kaya gini bagusnya”.
Tanpa babibu lagi jari-jari Ethan langsung menekan belahan memek Susi, dan Ethan langsung mengetahui betapa horny-nya Susi ”Wah Sus , memek lo udah becek banget neh. Panty lo aja ampe njeplak gini hehe”. Susi cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Ethan menenekan dan menggesek-gesek memeknya dari atas panty.
”Thaan..than..singkirinn tangan lo doong….emh..emh..” keluh Susi perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat. ”Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Susi makin konak hehe” pikir Ethan napsu.
Ethan mulai menggesek-gesekkan panty Susi ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat. ”Aah.. aahh…ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu Etthann ahh…” desah Susi keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Ethan juga semakin konak melihat memek Susi yang terpampang jelas.
Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja.
”Susi, memek lo ternyata mantap & montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh. Apalagi sampe gue genjot nanti hehe” ujar Ethan penuh nafsu. Panty Susi dipinggirkan sehingga lidah Ethan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Susi. Tapi sebentar saja Ethan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Sania, dan dipelorotkan panty-nya.
”Ouuuffhhh….eeahh…ah. .ah lo apain mehmmek gue Thann..” erang Susi nyaris setengah sadar.
” OUUHHHHG….. HMMPPHH… ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..”.
”ETHAANN…GILLAA… HOUUUHHH.. ENAAKK…. THANN…AHHH” Susi semakin keenakan.
Susi dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang sangat merangsang Ethan, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan memek tembem yang nongol mesum di bawahnya.
”Buset, gede juga tu kontol, hampir sama dg punya Albert” pikir Susi reflek.
”Eh, lo mo ngontolin gue Than. Enak aja!” teriak Sania dan mencoba untuk membalik badan.
Tapi Ethan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Susi , sehingga Susi harus bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Ethan menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga kontolnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir memek Susi . ”Sshh…Than…mmhh.. jangan macem-macem lo ya!” ujar Susi masih berupaya galak, tidak mau dikentot oleh Ethan.
”Hmffh…shh…awas lo Than kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin kontol lo, lo bakal gue..hmff..gue….OUUHHHHH” omongan Susi terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Ethan mengarahkan pal-kon nya ke lubang memek Susi yang sudah basah kuyup dan langsung mendorongnya masuk, hingga kepala kontol Ethan yang besar kaya jamur merah amblas dalam memek tembem Susi , sehingga ada peju Susi yang muncrat keluar.
”HMFPHH….HEEMMFFHH…SS HH AAHH…Ethannn kontol lo… kontol lo… ngocokin memek guee….hhmmmff”. Rasa gatal yang mengumpul di memek Susi , serasa digaruk-garuk dengan enaknya. Susi yang semula tidak mau dikontolin, jadi kepengen dikocok terus oleh kontol Ethan.
Kata Ethan ”Jadi mau lo gimana? Gue stop neh”. Ethan langsung mencabut kontolnya, dan hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Susi , ”Ethaan…pleasee.. kentot gue. Masukin kontol lo ke memek gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue pengen dikenttooott!!!” rengek Susi sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya, berusaha memundurkan pantatnya agar kontol Ethan yang dibibir memeknya bisa masuk lagi.
”Hahahaha sudah gue duga, elo emang lonte horny Sus. Dari tampang & body elo aja gue tau, kalo elo itu haus tongkol” tawa Ethan penuh kemenangan. ”Ayo buka paha lebih lebar lagi” perintah Ethan. Susi langsung menurutinya, membuka pahanya lebih lebar sehingga memeknya makin terpampang. Ethan tanpa tedeng aling-aling langsung menusukkan kontolnya kuat-kuat ke memek Sania. Dan…BLESHH…seluruh tongkol hitam itu ditelan oleh memek montok Sania. Air peju Sania terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul besar.
”AUUGGHHHH…………!!! ” pekik Susi yang kaget dan kesakitan.
”Hehehe gimana rasa kontol gue Sus ''kekeh Ethan yang sedang menikmati hangat dan basahnya memek Susi. Susi masih shock dan agak tersengal-sengal berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang memeknya. ”Buseet..tebel banget nih kontol, memek gue penuh banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff” erang Susi dalam hati. Karena Susi diam saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu.
Ethan mulai menarik keluar kontolnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi. Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat. ”Hehh..heh…mmm legit banget memek lo Sus ..” desah Ethan keenakan ngentotin memek Susi yang peret tapi basah itu. Hanya butuh tiga kocokan, Susi mulai didera rasa konak dan kenikmatan yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai selangkangan dan seluruh memeknya. Rasa gatal yang sangat digemari oleh Susi seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di memeke Susi. Susi sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.
”UUHHHHH…..UHHH……OUUHHGG GG… ENNAAKKNYAA…”.
”OH GODD..memek GUE…memek GUE..”
Susi terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..
”memek GUE..GATELLL BANGETT….KENTTOOTTT GUE TTHANN…ARGGHH…”
Bunyi pejuh Susi yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLA K…suara kontol yang keluar masuk memek dan benturan pantat Susi dengan pangkal kontol Ethan terdengar di sela-sela lenguhan Susi & Ethan. Tak sampai 10 menit Susi merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke memeknya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang dikocok oleh tongkol Ethan.
”GUEE KELUAARRRR THANNN……OUUUHHHHHHHHH….A HHHHHHH…” teriak Susi melampiaskan rasa nikmat yang tiba-tiba meledak dari memeknya. Ethan merasakan semburan hangat pada tongkolnya dari dalam memek Susi. Karena Ethan tetap mengocokkan kontolnya, bahkan lebih cepat ketika Susi mencapai klimaksnya, Susi bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.
”OAHHH…OHHH….UUUHH..KOK..K OK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH…” erang Susi dalam klimaksnya yang berkali-kali sekaligus. Hal ini membuat Susi berada dalam kondisi extacy dalam 30 detik lamanya. Badan Susi berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari dalam memeknya. ”Gilaa..enak bener than… gue sampe keluar berkali-kali” ujar Susi agak bergetar karena Ethan masih dengan nafsunya mompain memek Susi. ”Hehehe demen banget liat lo keluar kaya gitu Sus . Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah jalan. Gue bikin lo lebih kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar semua” kata Ethan.
”AAHH…AHH…AHH..EEMMPPHH… .EKKHH….” erang Susi yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Susi sudah mengejang. Kedua tangan Susi memeluk dan mencakar punggung Ethan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari mulut Susi semakin keras.
”HOUUUHH….HOOOHH….UUUGGHHH …ENNAAKKKKK..TERUSSS THANN…. GENJOTTT TERUSS…. GUE AMPIIRR NEEHHH……..”.
”Woe, lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa” damprat Ethan tapi tetapi malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek Susi kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas kontol Ethan yang berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Susi mencapai klimaksnya yang kesekian.
”AAGGGHHHHHHHHHHHHH……….. ………GUE KLUUAARRR ……..”.
”Sialan, lo Sus. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar aja lo. Di sini sempit banget”.
Maka Ethan langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Susi. keluar. ”Eh..eh.. apa-apaan ni Than. Gue mo dibawa kemana?” tanya Susi. lemes. “Kaki gue lemes banget Than, susah banget berdiri” tambah Susi. Ethan langsung bopong Susi keluar dari mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Susi. ditenkurapkan di kap depan BMW-nya.
Hawa dingin malam malah membuat Ethan merasa energinya kembali lagi. Kedua tangan Ethan meremas bongkahan semok pantat Susi, dan membukanya sehingga memek Susi yang masih berleleran peju ikut membuka. Ethan langsung melesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Susi. ”AHHHH…” pekik Susi tertahan.
Tangannya mencengkram pantat Susi kuat-kuat, dan kepala Ethan mendongak ke atas, keenakan. Susi yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Ethan, atau karena sensasi ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan seperti dilihat orang, membuat memek Susi berkedut-kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun kembali terdengar.
”OUUHHH….HHHMMFFPPPPP….OHH H..UOOHH…ENAK..ENAK..ENAAKKK ….” Susi meceracau.
Dan digerakkan berputar-putar didalamnya. Lubang pantat Susi adalah juga merupakan titik sensitif bagi Susi, sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Susi makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.
”GILAA LO THAN…UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH…..!
”Oh shit, Ethan mo keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam memek gue. Harus gue cegah” pikir Susi panik.”THAAN, JANGAN NGECRET DIDALLAMM….PLEASEE!!!”.
Maka, ketika Ethan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Susi kuat-kuat, dan kontolnya ditekan dalam-dalam dalam memek Susi Ethan meraung keras. “HMMUUUUAHHHHH….AAHHHH” cairan peju hangat Ethan menyemprot berkali-kali dalam liang memek Susi . Susi pun bereteriak keras ” OUUUAAHHHH….GUE KELUARRRRR….” dan pejunya pun ikut muncrat lagi.
Kedua mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang mereka keluarkan. Cairan peju Ethan dan Susi berleleran keluar dari sela-sela jepitan kontol & memek Susi. Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari memek Susi turun ke pahanya.
Ethan puas sekali bisa menembakkan pejunya dalam memek cewek sesexy Susi. Apalagi si Susi ikutan keluar juga.Belum pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.
Ethan yang masih menindihnya berkata ”Hehehe enak kan. Gue demen banget ngentot sama lo Sus. Betul-betul binal & liar. Memek lo ga ada matinya, nyemprot peju mulu” kata Ethan seenaknya. Susi cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati. ”Udah, bangun lo. Anter gue pulang sekarang. Berlebih banget nih gue bayarnya” ujar Susi ketus. ”Heheh ok..ok gue udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang” balas Ethan.
”Hahaha…KO juga lo ya, cewe paling bahenol di kampus” tawa Ethan membahana. Bertambahlah merahlah muka si Susi. Ketika mau bopong Susi , tiba-tiba pikiran mesum Ethan keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera. Ethan ambil beberapa shot posisi Susi yang mesum banget itu plus dua close up memek Susi yang berleleran peju.
Susi langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Ethan sudah sampai di depan pagar kos-kosan Susi . ”Lo bisa jalan ga Susi ?Kalo masih lemes, gue papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngentot ama gue malam ini hehe” kata Ethan nakal. Susi tidak bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Ethan pun memapah Susi berjalan menuju kosnya.
Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis ”Napa lo Susi ”Sedikit mabok Mir” jawab Susi sekenanya. ”Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya” kata Mirna nyelekit sambil mandangi paha Susi. Reflek Susi nengok kebawah, betapa kagetnya Susi, karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Ethan dan pejunya sendiri. Lelehan peju mengalir dari dalam memek Susi , sampai lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas.
”Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta” balas Mirna ketus.
”Nah, berarti kan lo bedua sama, sama-sama butuh kontol & pejunya. Napa saling hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo masing-masing. Ga usah saling sindir” tandas Ethan.
Mirna langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Susi sedikit terkejut, ga nyangka kalo si bejat Ethan bisa ngomong cerdas seperti itu. Betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Ethan pamit ”Gue cao dulu ya Susi .Thanks buat malam ini. Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo lo pengen, call gue aja ya. kontoll gue selalu siap melayani hehe”. ”Enak aja. Ini pertama dan terakhir Than. Kapok gue naik mobil lo” balas Susi pedas.
Ethan cuma tartawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya Susi merasakan hal yang sama dengan Ethan, betul-betul sex yang luar biasa malam ini. Susi ragu-ragu, bila Ethan ngajak lagi, emang dia bakal langsung nolak. Kok ga yakin ya? Sialan maki Susi pada diri sendiri. Sekarang gue butuh tidur. Dalam sekejap Susi langsung terlelap, tanpa berganti pakaian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar